Mar 11
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Upload Document

Upload Document

Upload


Author: mIR innocent™
Nov 07
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Engineering The Impossible

Believe it or not, Engineers create the world.
Dahulunya motor, mobil, kapal, pesawat itu tidak ada di dunia dan yang ada hanya kuda atau unta yang biasa digunakan manusia untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Kemudian ketika bermacam-macam alat transpotasi lahir, tidak hanya kebutuhan manusia untuk berpindah tempat saja namun teknologi ini telah menyentuk berbagai sisi kehidupan manusia. Jika engineer tidak menciptakan kendaran bermotor, pasti tidak akan ada yang namanya polisi lalu lintas. Jika engineer tidak membangun jalan layang (tol), pasti tidak ada yang namanya retribusi tol. Lebih lanjut tidak akan ada hukum yang mengatur lalu lintas. Berbagai macam pekerjaan tercipta dengan lahirnya teknologi ini dan teknologi ini menyumbangkan kemajuan pada berbagai bidang. Tentunya dengan efisiensi dan efektifitas yang selalu ditawarkan oleh teknologi.
Yang ingin saya katakan disini adalah betapa sesuatu hal yang diciptakan engineer bisa merubah kehidupan manusia di berbagai sisi. Teknologi sangat berkontribusi pada bidang hukum, ekonomi, kedokteran, dan lain-lain. Ekonomi saat ini berkembang pesat karena kontribusi Teknologi Informasi yang sangat besar. Misalnya pada dunia perbankan, dengan adanya ATM, orang bisa mengambil uang kapanpun dengan lebih mudah. Kita bisa melakukan transfer uang dengan lebih mudah karena yang dilakukan adalah pencatatan elektronik dan bayangkan betapa repotnya zaman dulu untuk mengirimkan uang melalui pos. Hmmm, anak kost zaman dulu pasti tahu rasanya ini, hehe. Dengan pencatatan elektronik, uang dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat lain di dunia ini dalam hitungan detik dan dapat langsung mencairkannya di bank.
Pernahkan anda membayangkan bahwa kehidupan kita ikut berubah setelah handphone menjamur dimana-mana dan dimiliki semua orang. Hanya dengan satu teknologi berukuran kecil itu pola hidup seseorang telah berubah. Dengan alat ini kita bisa berkomukasi dengan sangat mudah bahkan dengan seiring terjangkau harga pulsa, menelpon selama berjam-jam sudah bukan hal yang biasa. Jika kita melihat orang di jalanan sedang berbicara sendiri maka biasanya kita mengira dia itu orang gila, dengan adanya handphone yang bisa ditenteng kemana pun dan dilengkapi earphone kita tidak bisa lagi menuduh orang itu gila karena kemungkinan besar dia sedang menelpon.
Pernahkah anda memikirkan bahwa peninggalan sejarah seperti candi borobudur yang biasanya erat dengan kebudayaan itu yang menciptakan adalah engineer. Betapa tidak mungkin seorang seniman merancang bangunan yang megah seperti itu kecuali dia adalah seorang engineer. Bahkan orang-orang saat ini pun belum tentu dapat merancang bangunan yang hanya terdiri dari tumpukan batu namun menghasilkan bangunan yang kokoh dan indah. Tentu saja hasil rancangan ini dirancang tidak sembarangan. Mungkin selain peninggalan sejarah, kita juga perlu mengatakan bahwa yang candi borobudur itu adalah peninggalan teknologi. Karena itu merupakan produk teknologi dengan kerumitan rancangan tersendiri.

Tanpa adanya teknologi tidak mungkin ada ceritanya seseorang bisa sarapan di Yogyakarta kemudian makan siang di Jakarta lalu keesokan harinya berbelanja di Singapure. Begitu pula dengan citra yang terpampang ini. Mungkin sebelumnya tidak ada yang menyangka bahwa saya bisa berdiri sejajar dengan Monas (Monumen Nasional) di Jakarta namun hal ini bisa dibuktikan dengan melihat citra yang terpampang itu.
Betapa engineer bisa merancang teknologi yang asalnya tidak mungkin menjadi mungkin dan yang tidak ada menjadi ada. So, wahai engineer, mari kita berkarya seperti para pendahulu kita yang telah menciptakan berbagai karya yang hebat…


Author: mIR innocent™
Nov 06
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Build Standalone Application (*.exe) in MATLAB

MATLAB (Matrix Laboratory) merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh MathWorks. MATLAB memiliki kemampuan mengintegrasikan pemrograman, komputasi, dan visualisasi yang sangat baik.
Untuk mempermudah pengguna berinteraksi dengan perintah teks maka diperlukan media tampilan grafis atau biasa disebut GUI (Graphical User Interface). GUI mejadikan program yang dibuat menjadi lebih user friendly. Untuk membuat GUI , MATLAB telah menyediakan GUIDE (Graphical User Interface builDEr) yang merupakan pemrograman berorientasi visual yang dibangun dengan objek grafis seperti tombol, kotak teks, slider, sumbu (axes), dan menu. Di dalam GUIDE terdapat himpunan tool layout yang diperlukan untuk merancang GUI.
GUIDE ini akan menghasilkan file berekstensi *.fig yang merupakan file figure yang berisi deskripsi figure GUI serta semua komponen turunannya dan file berekstensi *.m yang berisi kode program untuk menangani inisialisasi dan menjalankan GUI. Di dalam m file ini tersedia fungsi yang bekerja untuk mengaktifkan komponen dalam GUI.
Ada 2 hal pokok yang harus dilakukan untuk membuat aplikasi GUI pada MATLAB, yaitu :
1. Mengatur layout komponen GUI, yaitu dengan mendesain figure (form) menggunakan komponen palet dan komponen ini dapat diatur layout-nya. Hasil desain kompoen ini akan tersimpan dalam file berektensi *.fig dan *.m sekaligus. Selain dengan menggunakan GUIDE, desain layout juga dapat dilakukan dengan menulis script perintah layout pada m-file.
2. Setelah mendesain layout pada GUIDE dan dihasilkan file *fig dan *.m, maka langkah selanjutnya adalah memprogram komponen GUI pada m-file (*.m) agar dapat bekerja seperti yang diinginkan. M-file ini merupakan file kode fungsi MATLAB, control GUI, dan callback yang didefinisikan sebagai subfungsi.
Setelah pembuatan GUI tersebut menghasilkan file *.fig dan *.m, maka kedua file itu dapat digunakan untuk dikompilasi menjadi file *.exe dengan menggunakan deployment project pada MATLAB. Sehingga setelah dilakukan kompilasi akan dihasilkan file yang siap untuk dijalankan (*.exe) dan tidak perlu lagi mengakses MATLAB untuk menjalankan program yang anda buat. File *.exe ini dapat dijalankan pada komputer lain tanpa perlu menginstal MATLAB tetapi yang diperlukan adalah melakukan instalasi MATLAB Compiler Runtime (MCR) sesuai dengan versi MATLAB ketika dilakukan kompilasi, yaitu dengan menjalankan MCRInstaller.exe.
Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk mengkompilasi agar dapat dihasilkan standalone application berekstensi *.exe :
1. Pada pilihan menu di MATLAB pilih File kemudian pilih New lalu Klik ‘Deployment Project’
2. Setelah itu akan muncul Kotak dialog ‘New Deployment Project’ lalu pilih ‘MATLAB Compiler’ kemudian pilih ‘Standalone Application’ dan beri nama dan tentukan direktori project yang akan anda buat lalu klik Ok.

3. Setelah itu akan muncul Kotak Dialog ‘Deployment Tool’ kemudian Klik Icon ‘Add File’ lalu Pilih Semua File yang diperlukan (Misalnya figure file (*.fig), m-file (*.m), mat file (*.mat), gambar (*.jpg, *.bmp, etc) setelah selesai lalu Klik Icon ‘Build Project’ dan proses kompilasi akan berlangsung selama beberapa waktu.

4. Setelah proses kompilasi selesai lalu untuk melakukan packaging Klik Icon ‘Package the Project’ pada Kotak Dialog ‘Deployment Tool’ atau dengan memilih menu Tools kemudian pilih ‘Package’ (Ctrl+P) kemudian setelah beberapa waktu proses packaging selesai dan file *.exe dapat dilihat pada direktori yang telah anda tentukan sebelumnya.
5. Jika anda menginkankan file .exe yang telah anda buat bisa digunakan pada komputer yang tidak terinstal MATLAB atau pada komputer yang terinstal MATLAB yang berbeda versi maka sebaiknya anda mengabungkan file .exe dengan MCR. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meng-Klik button ‘Setting’ pada Kotak Dialog ‘Deployment Tool’ kemudian setelah keluar Kotak Dialog ‘Deployment Project Setting’ Pilih ‘Packaging’ lalu centang atau Klik ‘Include MATLAB Compiler Runtime (MCR)’. Setelah itu anda dapat melakukan proses packaging seperti telah disebutkan di atas.
Semoga bermanfaat untuk anda dan selamat mencoba…


Author: mIR innocent™
Nov 05
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

A Time After Graduated

Berawal dari ketika akan digelarnya Job Fair yang diadakan oleh ECC FT UGM yang sudah merupakan event tahunan. Saat itu saya sudah akan lulus, karena seminggu sebelum acara tersebut dimulai saya sudah mempresentasikan skripsi pada acara Pra Pendadaran. Oleh karenanya saya segera mendaftar sebagai anggota ECC FT UGM, Engineering Career Center yang menyediakan layanan online untuk job hunting. Begitu selesai mendaftar keanggotaan ECC, terdapat lowongan Halliburton, karena cukup mudah untuk meng-apply-nya maka saya langsung melakukannya, yaitu secara online. Ketika itu saya melaksanakan presentasi hari jumat tanggal 7 Agustus 2009 dan hari senin-nya saya menyerahkan dokumen skripsi kepada dosen pembimbing utama agar segera dapat dilaksanakan ujian pendadaran. Dalam beberapa hari itu juga saya mendapat panggilan tes kerja Halliburton yang akan dilaksanakan hari Rabu tanggal 12 Agustus 2009, tepat sehari sebelum acara Job Fair dimulai. Sambil menunggu kabar dari dosen pembimbing, saya melaksanakan tes kerja tersebut. Karena waktu itu saya sedang fokus untuk menyelesaikan skripsi dan ujian pendadaran, saya berangkat tes tanpa persiapan apapun. Bahkan saya hanya memakai kemeja dan celana biasa yang sering saya pakai kuliah, sepatu warrior, dan dengan rambut gondrong & wajah brewokan. Hari itu dilaksanakan tes bahasa inggris dan psikotest pada tahap pertama dan jika lolos akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu FGD (Focussed Group Discussion). Secara keseluruhan, tahapan selanjutnya adalah tes wawancara yang dilaksanakan pada hari berikutnya dan selesailah seluruh tahapan proses recruitment. Keseluruhan tes ini dilaksanakan dalam bahasa inggris karena perusahaan Multi Nasional berasal dari Amerika yang sering kali mengharuskan pekerjanya berkeliling dunia. Alhamdulillah saya dapat lolos tahapan pertama. Kalau boleh saya menilai tes pada tahapan pertama ini tidak lah terlalu sulit, mungkin kesulitannya karena digunakan bahasa inggris dalam keseluruhan soalnya. Pada tes bahasa inggris, tes ini menggunakan soal Paper-based Test TOEFL yang terdiri dari 2 bagian, yaitu Structure & Written Expression dan Reading Comprehension. Kemudian tes selanjutnya adalah psikotest yang terdiri dari 2 bagian, yaitu soal hitungan cerita dan logika. Pada bagian soal berbentuk cerita, saya kesulitan karena hitungan harus dilakukan berdasarkan data yang terdapat pada cerita soal tersebut dan karena soal tersebut menggunakan bahasa inggris maka kesulitannya terletak pada bahasa. Namun pada soal logika kesulitan tersebut agak teratasi karena tidak ada cerita dalamnya. Soalnya berbentuk logika bentuk bangun 2 dimensi dan kombinasi angka-angka. Setelah selesai dilakukan tes pertama terdapat beberapa waktu sebelum FGD dimulai. Akhirnya peserta FGD diumumkan dan ditempel di dinding dan ketika saya membaca nama saya tertulis di situ saya menjadi bingung karena saya tidak tahu sedikit pun tentang FGD apalagi dengan menggunakan bahasa inggris. Dan saya pergi ke toilet sebentar untuk mencoba menenangkan diri sebelum tes selanjutnya dimulai. Karena saya terdapat dalam kelompok pertama yang akan melaksanakan FGD, ketika saya keluar toilet nama saya sudah dipanggil bahkan sudah sampai 8 kali dipanggil, pfiuh. Untuk saya masih dizinkan masuk untuk mengikuti FGD. Dengan sedikit nervous saya memasuki ruangan dan duduk sambil menunggu peserta lain. Akhirnya setelah semua peserta berkumpul dan FGD akan dimulai saya mulai bisa mengendalikan diri. Dalam FGD ini kita diharuskan mendiskusikan suatu kasus, yaitu proses penyelamatan diri ketika pesawat terdampar di dalam hutan menuju kota terdekat dan beberapa orang mengalami cidera ringan dan berat. Pada saat acara dimulai tester mengatakan : kalian harus mendiskusian beberapa peralatan yang perlu dibawa untuk proses penyelamatan diri dari hutan menuju kota terdekat. Namun, setelah FGD dimulai, kelompok kami malah mendiskusikan bagaimana proses penyelamatan dilakukan dan tidak mendiskusikan apa yang dikatakan tester. Hal itu dikatakan tester pada saat tes selesai dilakukan. Mungkin karena kami merupakan kelompok pertama yang melaksanakan FGD dan karena diharuskan juga menggunakan bahasa inggris sehingga kami sedikit nervous, he he. Setelah rangkaian tes tersebut selesai saya segera pulang dan menunggu panggilan untuk tes selanjutnya. Panggilan dilakukan pada hari itu juga melalui telepon. Namun sampai keesokan harinya saya tidak mendapatkan panggilan tersebut. Dengan kata lain saya tidak lolos untuk tes selanjutnya, yaitu wawancara. Namun, dari tes kerja yang pertama itu saya mendapatkan beberapa pengalaman terutama ketika menghadapi FGD. Yang pasti, bukan berarti dengan memimpin kelompok dan paling banyak mengungkapkan pendapat tetapi penilaian lebih ditekankan pada pendapat yang disampaikan.
Setelah tes Halliburton, keesokan harinya tanggal 13 Agustus 2009 Job Fair dimulai. Ketika saya mengunjungi Job Fair yang diadakan di Grha Sabha Pramana (GSP), saya hanya melamar sedikit perusahaan saja karena hanya beberapa perusahaan itulah yang saya minati. Beberapa perusahaan itu adalah Total E&P Indonesie, Wijaya Karya (WiKa), Kaltim Methanol Industry (KMI), dan Indonesia EPSON Industry (IEI). Dari beberapa perusahaan itu yang belum melakukan tes seleksi sampai sekarang hanya WiKa dan KMI. IEI termasuk paling cepat melakukan proses tes karena pada saat itu memang diperlukan cukup banyak pegawai. Setelah Job Fair selesai digelar, karena tanggal 17 merupakan hari kemerdekaan Indonesia maka baru hari selasa tanggal 18 Agustus 2009 saya melakukan tes wawancara HRD IEI. Wawancara ini dilakukan seperti biasa, didahului dengan penjelasan mengenai IEI sendiri, beberapa pertanyaan mengenai deskripsi diri dan sedikit pertanyaan mengenai printer karena IEI merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi printer. Sesaat sebelum wawancara berakhir pewawancara yang merupakan kepala bagian HRD tersebut menawarkan saya untuk pindah divisi ke bagian PCB Design. Sebelumnya saya memilih divisi Production Engineer namun setelah pewawancara melihat CV yang saya buat, saya ditawari untuk pindah divisi. Tentu saja saya menerima tawaran itu karena saya berfikir tidak semua orang ditawari untuk itu dan ini merupakan kesempatan bagus karena saya memang tertarik di bidang design/perancangan terlebih lagi saya tertarik di bidang penelitian. Pada hari itu juga saya mengurus administrasi untuk melakukan ujian pendadaran setelah menentukan hari ujian pendadaran sebelumnya dengan hanya berkonsultasi pada pembimbing utama karena pada saat itu pembimbing pendamping saya sedang berada di Jepang. Sambil menunggu administrasi selesai, keesokan harinya tanggal 19 Agustus saya melakukan Medical Check Up yang merupakan rangkaian tes IEI dimulai dari jam 8.00 sampai 12.00 WIB. Pada umumnya, semua rangkaian tes bisa dilalui dengan baik. Mmm, saya juga melakukan anjuran untuk tidak makan semenjak malam kira-kira 10 jam sebelumnya. Hal ini dianjurkan karena akan menjadikan tes darah lebih akurat. Pada saat dilakukan tes mata, ternyata sekarang mata saya minus. Ketika saya menanyakan pada dokter, kira-kira mata saya minus 1/4 atau 1/2. Mungkin setelah mengerjakan Tugas Akhir yang melelahkan mata saya pun ikut lelah, he he. Setelah rangkaian tes ini selesai saya kembali ke kampus untuk mengurus kembali administrasi untuk ujian pendadaran. Akhirnya saya telah dibuatkan surat undangan untuk para dosen penguji yang berjumlah 4 orang yang nantinya saya serahkan pada masing-masing penguji. Saya cukup terkejut ketika terdapat 2 dosen elektro dan 2 dosen fisika teknik. Dan lebih terkejut lagi ketika salah satu dosen elektro itu merupakan guru besar, pfiuuuh. Keseluruhan tim pengujinya adalah Penguji Utama : Prof. Dr. Ir. Thomas Sri Widodo, DEA., Dipl.Ing. (TE), Anggota penguji : Ir. Rudi Hartanto, M.T. (TE), Ketua Sidang : Prof. Ir. Sunarno, M.Eng, Ph.D. (FT), dan Sekretaris Sidang : Faridah, S.T., M.Sc. (FT). Bu Faridah merupakan satu-satunya pembimbing saya karena Nazrul Effendy, S.T., M.T., Ph.D. sedang berada di Jepang untuk melakukan riset selama satu bulan. Alhasil terdapat 2 guru besar dan 2 dosen elektro, pfiuuh. Permasalahan dimulai ketika surat undangan baru saja selesai tanggal 19 sedangkan tanggal 21 adalah hari ujian pendadaran dan pada tanggal 20 terdapat Psikotest dan Wawancara IEI. Selain itu, karena terdapat 2 dosen elektro yang sudah jelas tidak saya kenal, perburuan penguji pun semakin sulit. Setelah bertanya ruangan tempat penguji berada dan mengitari kampus untuk menyerahkan undangan tesebut akhirnya tak satu pun dosen bisa ditemui padahal keesokan harinya terdapat tes dari jam 7.00 sampai 16.00 dan terlebih lagi keesokan harinya lagi adalah hari ujian pendadaran yang telah dijadwalkan. Dengan keadaan bingung campur dengan capek, akhirnya saya memutuskan untuk menitipkanya di loker masing-masing penguji dengan harapan keesokan harinya semua undangan dan berkas skripsi sudah berada di tangan penguji. Dengan berharap semua berkas telah diterima penguji, saya melakukan psikotest dan wawancara sampai jam 4 kemudian menuju kampus untuk melihat loker penguji dan ternyata yang belum mengambil berkas skripsi adalah Prof. Sunarno dan Pak Rudi padahal esok pagi sudah dijadwalkan ujian pendadaran, pfiuuuh. Ketika saya tanyakan ke bagian pengajaran TE, ternyata Pak Rudi datang ke kampus dan kemungkinan sengaja meninggalkan berkas itu karena cukup repot untuk dibawa dan saya cukup tenang dengan keadaan itu. Saya agak khawatir ketika saya masih melihat berkas skripsi tersimpan di loker Prof. Sunarno bahkan berkas itu tertutup oleh surat-surat lain. Dan ketika saya tanyakan ternyata Prof. Sunarno memang tidak pergi ke kampus apalagi melihat berkas skripsi saya. Ini membuat saya bingung dan tegang karena beliau akan menjadi ketua sidang keesokan paginya. Oleh karenanya saya mencoba mencari nomor handphone beliau dan mencoba menanyakan langsung. Namun, ketika saya menelpon dan mulai berbicara beberapa kalimat, pembicaraan terputus. Saya bingung, apakah saya salah berbicara dan membuatnya marah atau apa. Ini membuat saya tambah bingung dan tegang. Akhirnya saya mencoba menelpon beliau kembali. Telepon tersambung namun setelah beberapa detik langsung mati. Saya makin bingung dan tegang dengan apa yang terjadi, apakah saya salah berbicara dan membuatnya marah. Setelah beberapa menit saya mencoba menelpon kembali, hal yang sama terjadi lagi, pembicaraan terputus. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, saya pasrah saja dan kembali meletakkan berkas tersebut di lokernya dan pulang ke kost untuk istirahat. Sepulangnya ke kost, ketika saya melihat hanphone ternyata ada sms, setelah saya lihat lagi ternyata sms tersebut datang dari Prof. Sunarno dan memberitahukan bahwa beliau sedang berada di Gunung Merapi dan sinyal disana tidak bagus. Oleh karenaya saya diminta untuk menggunakan sms untuk menghubunginya. Pfiuuuh, kekhawatiran sudah terjawab dan saya sudah bisa lebih tenang untuk pendadaran keesokan paginya.
Pendadaran berjalan dengan baik dan tidak ada hambatan yang berarti. Semua pertanyaan bisa dijawab dengan baik. Alhamdulillah. Oh ya, Tugas Akhir yang saya buat ini berjudul “The Application of Visual Sensor for Banknote Nominal Recognition”. Saya menggunakan sensor visual, yaitu kamera web untuk mengenali nilai nominal uang kertas, apakah nilai nominalnya Rp. 1.000,-, Rp. 5.000,-, Rp. 10.000,-, Rp. 20.000,-, Rp. 50.000,-, atau Rp. 100.000,- . Saya merancang sistem visual buatan yang mencoba meniru penglihatan manusia. Uang kertas rupiah memiliki warna dominan yang berbeda tiap nilai nominalnya dan hal ini seringkali digunakan oleh manusia untuk mengenali nilai nominal uang kertas berdasarkan warna dominannya. Tetapi, karakteristik warna dominan ini hanya bisa ditemui pada uang kertas rupiah. Sehingga metode ini tidak dapat diterapkan pada mata uang asing lainnya. Kemudian setelah dibuat sistem pengenalan uang kertas berdasarkan warna dominan dan dilakukan pengujian ternyata tingkat keberhasilan pengenalan sistem ini hanya mencapai 38 %. Beberapa hal yang menyebabkan ini antara lain data latih dan uji JST relatif sedikit, pencahayaan mempengaruhi warna uang kertas, dan tingkat kekusaman uang kertas pun bervariasi. Merasa tidak puas dengan metode pertama, saya membuat sistem pengenalan uang kertas berdasaran pengenalan tulisan nilai nominal yang tertera pada masing-masing nominal uang kertas. Sistem ini bisa dikatakan sangat cerdas karena mampu membaca tulisan pada uang kertas seperti layaknya manusia mengenali uang kertas. Oleh karena berdasaran tulisan nominal, sistem ini pun dapat diterapkan pada uang asing lainya. Dalam tugas akhir ini saya telah menerapkan pada uang dollar. Setelah dibuat sistem pengenalan uang kertas berdasarkan pengenalan tulisan nilai nominal dan dilakukan pengujian tingkat keberhasilan pengenalan sistem ini mencapai 92,44 %. Jika metode pertama dan kedua dibandingkan, metode pertama ibarat si buta tulisan yang mencoba mengenali nilai nominal dan metode kedua ibarat orang yang bisa membaca yang mencoba mengenali nilai nominal uang kertas. Sistem pengenalan uang kertas ini dapat dimanfaatkan untuk membantu tuna netra dalam mengenali uang kertas yang dimilikinya. Selain itu dapat diterapkan pada sistem penghitungan uang kertas pada bank, kasir, dan berbagai tempat transaksi lainnya. Terlebih lagi dapat diterapkan pada ATM (Automatic Teller Machine) yang tidak hanya dipergunakan untuk transaksi penarikan tetapi juga bisa digunakan untuk transakasi penyimpanan dengan nilai nominal uang kertas berapa pun. Dan juga bisa diterapkan pada mesin penjual otomatis dimana mesin konvensial yang ada masih menggunakan uang koin atau mesin ini dapat menggantikan penjaga tol untuk menarik retribusi tol. Ini sekilas mengenai Tugas Akhir yang merupakan syarat untuk meraih derajat sarjana S-1.
Kembali pada tes kerja IEI, setelah melewati wawancara awal, medical check up, psikotest, kemudian menuju tahap selajutnya yaitu wawancara user yang diadakan di pabrik IEI, yaitu di Cikarang, Bekasi. Wawancara user ini diadakan kira-kira 2 minggu setelah saya pendadaran. Sampai pada hari-H, oleh karena saya ditempatkan pada divisi desain, wawancara dilakukan agak berbeda dengn divisi lain, contohnya jika divisi desain terdapat 3 pewawancara dan hanya 1 orang yang diwawancara sedangkan divisi production engineer terdapat 1 pewawancara dan 5 orang yang diwawancara. Satu diantara 3 pewawancara tersebut merupakan orang Jepang. Wawancara yang dominan dilakukan oleh orang Jepang ini dilakukan dengan menggunakan bahasa inggris dimulai dengan deskripsi diri kemudian penjelasan Tugas Akhir yang telah saya kerjakan. Pada penjelasan tugas akhir ini lah wawancara difokuskan dan paling banyak menghabiskan waktu. Setelah itu pertanyaan diajukan mengenai printer, tentu saja karena ini merupakan perusahaan printer, tapi jujur saja saya tidak terlalu memiliki informasi mengenai hal ini karena saya sendiri tidak memiliki printer dan jarang menggunakan printer. Kemudian juga ditanyakan mengenai kelebihan dan kelemahan diri serta kontribusi yang dapat diberikan pada perusahaan. Oh ya, saya juga dintanyakan mengenai pengalaman merancang PCB (instrumen elektronik) dan saya menjelaskan bahwa saya memiliki beberapa pengalaman dalam melakukan perancangan dalam beberapa mata kuliah. Wawancara ini berlangsung selama kira-kira 1 jam dan setelah selesai saya menunggu di suatu ruangan bersama yang lainnya. Setelah beberapa jam kemudian, saya mendapat panggilan wawancara lagi, saya heran dan tidak menduganya, apa yang terjadi ini, he he. Ternyata saya dipanggil untuk wawancara di bagian Quality Assurance. Pada wawancara ini terdapat 5 pewawancara yang salah satunya orang Jepang dan 3 orang yang diwawancarai sekaligus. Wawancara ini relatif lebih mudah dari wawancara yang pertama namun karena saya merasa tidak menyenangi bekerja di bagian ini saya sangat malas dan tidak tertarik pada wawancara ini. Pertanyaan diajukan sekitar deskripsi diri, mengenai quality assurance sendiri, printer, beberapa mata kuliah yang diambil, kelebihan dan kekurangan diri, dan kontribusi yang akan diberikan pada perusahaan. Saya sangat tidak enjoy mengikuti wawancara ini karena saya tidak tertarik pada divisi ini. Selesai lah wawancara, kemudian saya kembali menunggu. Setelah beberapa waktu kemudian saya mendapat panggilan wawancara kembali. Saya kembali merasa heran dan bingung, soalnya tidak semua dipanggil berkali-kali dan mayoritas hanya dipanggil sekali. Ternyata panggilan ini berasal dari bagian Print Head Engineer. Wawancara yang terakhir ini berlangsung lebih singkat karena hanya fokus pada deskripsi diri saja. Pewawancara merasa hanya perlu menanyakan mengenai kepribadian karena beberapa keahlian dan latar belakang lainnya bisa dilihat di CV. Dalam wawancara ini hanya terdapat 1 pewawancara dan 2 orang yang diwawancarai. Ternyata diwawancara berbarengan dengan saya sudah memiliki banyak pengalaman bekerja dan umurnya pun sudah menginjak 27, hmmm. Dan ternyata dia lah yang lolos wawancara ini, mungkin karena dia memiliki banyak pengalaman tersebut. Akhirnya wawancara yang bertubi-tubi di hari yang melelahkan selesai juga. Dan ternyata saya tidak lolos satu pun, he he. Setelah saya ketahui mengapa saya mendapat panggilan berkali-kali itu karena saya tidak lolos pada wawancara pertama dan kemudian ada user yang tertarik setelah melihat CV saya. Hal ini terjadi sampai saya dipanggil 3 kali wawancara user dalam sehari, pfiuuuh. Saya berpikir mengapa saya tidak diterima pada bagian PCB Design mungkin karena Tugas Akhir saya tidak menggunakan Mikrokontroler (Electronic PCB Design) padahal ketika saya menjelaskan TA saya, pewawancara terutama orang Jepang merasa tertarik dengan TA yang saya kerjakan. Karena saat itu saya ditanyakan mengenai pengalaman merancang PCB, mungkin beberapa pengalaman perancangan pada beberapa mata kuliah tidak cukup bagi pewawancaranya. Dan memang diantara 3 orang yang lolos wawancara ini mengerjakan Tugas Akhir menggunakan mikrokontroler. Untuk bagian kedua atau wawancara Quality Assurance, saya malah merasa beruntung karena tidak lolos karena saya tidak begitu tertarik dengan pekerjaannya. Dan untuk yang terakhir (wawancara Print Head Engineer), mungkin pewawancara memilih yang sudah memiliki pengalaman dibanding saya yang baru selesai pendadaran ini, he he. Wawancara bertubi-tubi dalam sehari ini pastinya menjadi pengalaman yang berharga dan menarik buat saya dan semoga saya bisa menjadi lebih baik di kemudian hari. Amin.
Kembalilah saya ke kampus untuk mengurus berkas Skripsi, Surat Keterangan Lulus, Transkrip, dan Wisuda. Untuk berkas skripsi karena tidak ada revisi yang diberikan penguji jadi bisa lebih mudah dilakukan. He he, sebenarnya dari pertama saya menyerahkan berkas skripsi pada pembimbing untuk diperiksa, saya tidak mendapatkan bahwa skripsi saya perlu diperbaiki sedikit pun bahkan dosen pembimbing saya mengatakan bahwa tulisan saya sudah bagus dan siap untuk langsung pendadaran. Kemudian berlanjut dengan pencarian tanda tangan dan beberpa urusan administrasi. Hmmm, namun wisuda masih tanggal 19 November 2009, saya harus menunggu dengan sabar sampai waktu itu tiba, he he. Sebenarnya ada beberapa proyek yang harus saya selesaikan, hitung-hitung sambil menunggu wisuda. Proyek pertama merupakan penelitian di Fakultas Kedokteran UGM. Saya mencoba meneliti kerut kulit menggunakan teknik pengolahan citra. Maksud dari penelitian ini adalah melakukan monitoring kerut kulit setelah dikenakan obat anti aging. Di dunia kedokteran saat ini pengukuran tingkat kerutan hanya berdasarkan pengamatan dokter dan ini sangat bersifat subjektif. Tingkat kerutan ini dibagi menjadi 2, yaitu tingkat kerutan yang masih baik (halus) dan cukup jelek (kasar). Dengan menggunakan image processing tool diharapkan pengukuran kerut dapat dilakukan dengan tidak bersifat subjektif lagi dengan melakukan kuantitasi terhadap citra kulit. Begitulah sekilas tentang proyek pertama dan mari kita beranjak menuju proyek yang kedua, he he. Proyek kedua ini dilakukan bersama dosen saya di Jurusan Teknik Fisika, yaitu membuat bahan presentasi, animasi, dan handout untuk mata kuliah Kecerdasan Buatan. Kebetulan saya sebelumnya menjadi asisten mata kuliah. Semua proyek itu sudah saya selesaikan dan saya kembali menunggu wisuda yang masih sangat lama ini, pfiuuuh. Hmmm, tapi masih ada kesibukan lain yang tidak membuatku mati gaya, he he. Saya mendapat panggilan Total E&P Indonesie untuk posisi WST (Well Service Training) sebagai trainee selama 16 bulan. Kebetulan saya melamar perusahaan ini pada Joba Fair yang lalu dan baru mendapat panggilan pada awal Oktober. Tes tahap pertama adalah psikotest dan technical test. Technical Test ini merupakan soal Fisika dan Matematika yang pada saat SMA sudah didapatkan. Soal ini merupakan fenomena fisika yang diterapkan pada dunia perminyakan, seperti menghitung kedalam Well (sumur) dan sebagainya. Tes tahap selanjutnya adalah Focus Group Discussion (FGD) dan alhamdulillah saya dapat melewati tahap ini untuk selanjutnya melakukan wawancara HRD. Wawancara ini dilakukan dengan menggunakan bahasa inggris dan pertanyaan yang diajukan sekitar program lowongan yang saya ikuti, dekripsi diri, tentang keluarga, organisasi, dan kebiasaan sehari-hari. Oh ya, saya hampir lupa kebetulan wawancara ini bertepatan dengan Seminar Nasional Astechnova (Applied Science for Technology Innovation) 2009 yang diadakan oleh Jurusan Teknik Fisika UGM. Astechnova ini merupakan national conference dimana para praktisi, peneliti, dan dosen men-submit paper hasil penelitiannya dan diprsentasikan bersama. Kebetulan saya juga men-submit paper pada acara ini dan mempresentasikannya. Paper yang saya ajukan berjudul “Pengenalan Nilai Nominal Uang Kertas Rupiah Berdasarkan Warna Dominan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan”. Ini merupakan sebagian dari skripsi saya dan hanya metode pertama saja yang saya tulis dalam paper ini, yaitu metode berdasarkan warna dominan dan metode berdasarkan pengenalan tulisan nominal tidak saya submit. Selain paper ini juga saya mengajukan paper studi potensi dan perancangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Bendung Tegal, Imogiri, D.I.Y. yang dibuat bersama teman-teman saya. Kembali ke wawancara Total, sesaat sebelum wawancara selesai pewawancara mengatkan bahwa hasil wawancara diumumkan dalam 2 minggu setelah wawancara dilakukan. Namun, setelah menunggu 2 minggu bukannya telepon panggilan untuk melakukan wawancara user di Jakarta tapi malah email berjudul reject letter, he he. Mungkin belum rezeki saya, mari kita kembali menjadikannya pengalaman berharga dan pelajaran untuk menjadi lebih baik, hehe. Kembali menunggu wisuda yang masih lama itu, pfiuuuh. Hmmm, tapi kembali kesibukan memanggil. Kali ini ada dosen yang sedang mengambil master meminta diajarkan tentang logika samar-samar, hehe. Maksudnya Fuzzy Logic, hehe. Untuk saat ini kesibukan hanya berkutat pada hal ini menjadi Freelance Consultant (konsultasi gratis maksudnya, hehe) untuk membantu teman-teman dan tentunya mengenai bidang artificial intelligence atau soft computing dan signal/image processing. Oh iya, sekarang saya juga sedang membantu yang sedang mengerjakan tugas akhir pada bidang tesebut. Hmmm, saya cukup menikmati kesibukan saat ini, dari pada tidak ada kegiatan sama sekali malah mati gaya, hehe.
For a brighter future, huhu…


Author: mIR innocent™
Aug 27
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Mungkin Nanti

Saatnya ku berkata mungkin yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua kuyakin inilah waktunya
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini

Dan bila hatimu termenung bangun dari mimpi2mu
Membuka hatimu yang dulu cerita saat bersamaku
Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini

Tak usah kau tanyakan lagi simpan untukmu sendiri
Semua sesal yang kau cari semua rasa yang kau beri


Author: mIR innocent™
Jul 24
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

TA ini membunuh ku

Kau membuat ku berantakan
Kau membuat ku tak karuan
Kau membuat ku tak berdaya
Kau menolak ku acuhkan diriku

Bagaimana caranya untuk
meruntuhkan kerasnya hatimu
Ku sadari ku tak sempurna
Ku tak seperti yang kau inginkan

Kau hancurkan aku dengan sikap mu
Tak sadarkah kau telah menyakiti ku
Lelah hati ini meyakinkan mu
TA ini membunuh ku


Author: mIR innocent™
May 09
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Free Surfing Using GPRS 3

Hari selasa kmrn gw ngenet gratis pake modem HSDPA pake jaringan GPRS 3, maklum blm punya IM2, Telkomsel Flash, blm punya yang 3G gt de. Alhasil akhir-akhir ini suka manfaatin jatah 1 MB-nya 3, sbenernya 512 KB soalnya isi ulang pulsanya cm 10 ribu. Tapi dari jatah yang katanya 512 MB/hari bisa dapet minimal 3×512 MB/hari. Awalnya suka iseng-iseng nyoba connect walaupun jatah 512 MB uda abis. Biasanya pagi-pagi nyoba connect ampe jatahnya abis,trus siang-siang nyoba connect lagi ternyata bisa ampe abis jatah 512 MB, terakhir malem-malem nyoba connect lagi masih bisa, alhasil 3×512 MB/hari.

3

Yang lebih mengejutkan & menyenangkan kmrn selasa bisa ngenet seharian gratis, padahal uda gak punya pulsa. Jatah ngenet harian uda abis. Di gambar ini aja kliatan ngenet 7 jam ampe 50 MB-an. Ga cuma 7 jam, seharian, dari pagi ampe malem, ampe akhirnya ga bisa connect lg. Hehe2, lumayan bisa browsing & download gratis. Kecepatan transfer GPRS 3 rata-rata 3-4 KB/s.
Tapi cm kmrn doank, dicoba lg uda gak bisa. Apa karena masa aktifnya uda abis y?!


Author: mIR innocent™
May 03
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Newspaper = ePaper

Kalo di posting sebelumnya cuma baru tau yang punya epaper itu Koran Tempo doang. Ternyata sekarang epaper uda banyak, Kompas & Media Indonesia juga uda nerbitin epaper. Mungkin koran-koran lain juga uda nerbitin juga, bisa coba dicari tergantung koran kesukaan masing-masing.
Sekilas tentang epaper, epaper itu versi digital dari edisi cetak suatu koran. Emang sih klo pengen dapet beritanya kita bisa akses situs korannya langsung. Dengan itu kita bisa dapet berita yang intinya sama, tapi dalam kemasan suatu situs. Nah bedanya dengan epaper ini, kita bisa mendapatkan versi cetak dari suatu koran tapi dalam bentuk digital. Bentuk file-nya macam-macam, ada yang berbentuk pdf atau gambar. Jadi isinya sama persis dengan koran yang dijajakan di jalan atau lainnya. Selain gak perlu berlangganan dan gak perlu jauh-jauh untuk beli koran, dengan adanya epaper ini kita dapat membaca koran dengan gratis. Untuk menikmatinya hanya perlu register tanpa mengeluarkan biaya, hal ini cukup mudah dilakukan.


Author: mIR innocent™
Apr 23
Digg
Stumbleupon
Technorati
Delicious

Komentar Sampah A.K.A Spam

Weleh weleh… Mentang-mentang gw uda jarang posting malah spamnya yang sering dan banyak masuk ini web. Bukannya komentar orang-orang yang masuk, malah spam yang gak berguna. Kira-kira bulan maret kemaren awalnya gw jadi jarang nulis, emang sich sekarang gak begitu punya banyak kegiatan, tapi akibatnya malah jadi jarang nulis. Mungkin semakin banyak kegiatan malah semakin bagus bwt gw, jadi semakin aktif dan produktif. Sedikit kegiatan malah membuat gw malas.

akismet

Klo liat gambar pas bulan maret spamnya mulai masuk tapi dikit-dikit (1 atau 2-an gt). Karena gak bikin posting baru jadi males & jarang nge-akses ni web, otomatis gak merhatiin spam yang uda masuk. Masuk pertengahan bulan april web ini sempet gak bisa di akses, masalah klasik; web.ugm emang sering kaya gitu, mungkin servernya dibatasi, bulan april ini nyampe skitar 1 mingguan situsnya gak bisa diakses karena tu alesan. Begitu bisa diakses, begitu login, langsung kaget, spam yang masuk ratusan. Gile aje, spamnya rajin bgt. Punya spam ratusan gak bikin bangga, klo dapet komentar sih seneng, seenggaknya sebagai pertanda web kita dikunjungi dan diapresiasi. Masa spam yang uda masuk nyampe ratusan sedangkan komentarnya masih bisa dihitung dengan jari. Padahal dari statistik kunjungan, yang berkunjung banyak juga, kliatannya para pengunjung malas untuk mengisi komentar ini.
Tapi untung uda pake akismet, semacam plugin wordpress yang berguna untuk mem-block comment yang gak jelas alias spam. Dari ratusan spam yang baru aja masuk, ada juga yang lolos dan menjadi komentar, jumlahnya sekitar 20-an. Tapi karena setting penerimaan komentar tidak langsung menerima komentar dan harus menunggu persetujuan terlebih dahulu, 20-an spam yang lolos ini gak begitu masalah, bisa dihapus dengan mudah. Mungkin yang agak membuat malas menghapus spam yang lolos yang jumlahnya ratusan.


Author: mIR innocent™